Ramadhan Di Desa Kami

Tak ada yang berbeda dengan saat ini
Terik mentari masih menyengat bumi di siang hari
Masih seperti kemarin
Hanya saja panasnya tak sanggup untuk mencairkan keimanan orang yang tengah menahan lapar

Tak ada yang berbeda dengan saat ini
Hawa dingin masih setia menyelimuti pekatnya malam
Masih seperti kemarin
Hanya saja doa dan munajat menggema di seluruh semesta menghangatkan  dunia mengagungkan sang maha pencipta

riuh anak-anak membahana, mengaji kalam Illahi, menunggu saat berbuka di surau kami
pilu menggetarkan hati, lantunan ayat suci mengalir memecah desa kami yang terbiasa sunyi
riang gembira meski lapar mendera, penuh sukacita meski lemas seluruh raga
ada kebahagiaan tersendiri yang entah darimana datangnya, yang sulit dijelaskan dengan kata-kata

inilah ramadhan
bulan penuh rahmat dan berkah
inilah surau kami
ramai, penuh keceriaan dan kedamaian
inilah desa kami
indah bak miniatur surga

Tentang andrihaka

Jika tidak terlalu pandai berbicara, belajarlah Menulis...
Pos ini dipublikasikan di pu-pu (puisi cupu). Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s