Turbin Angin Tekno200 watt (wind turbine part3)

Tubin angin (kincir angin elektrikal)  Tekno 200 watt merupakan suatu sistem pembangkit listrik skala kecil yang dibuat dengan tujuan untuk mengaplikasikan suatu pengetahuan agar dapat membawa manfaat untuk masyarakat luas. Jika dilihat dari kapasitas listrik yang dihasilkan, turbin angin ini memproduksi listrik cukup kecil, sehingga sulit untuk menggantikan peran dari listrik PLN yang selama ini digunakan. Namun yang harus diperhatikan dari turbin angin ini adalah prinsip kerja, serta kekurangan dan kelebihan-nya.  Dengan demikian,akan sangat membantu bagi siapapun yang  hendak membuat sebuah turbin angin lain dengan kapasitas yang lebih besar, dengan adanya turbin angin ini dapat diperoleh gambaran yang cukup, sehingga dapat menekan resiko kegagalan serta dapat dilahirkan  suatu turbin angin yang efektif dan efisien.

Lokasi pendirian turbin berada di sebuah lapangan di kawasan kampus UNPAD Jatinangor. Berdasarkan perhitungan kecepatan angin secara kasar, diperoleh kecepatan angin rata-rata adalah sebesar 2,5 m/s.  Namun jka turbin angin menggunakan menara atau tiang stinggi 10 meter, dengan menggunakan rumus (hukum pangkat), diprediksikan kecepatan angin rata-rata sebesar 5 m/s. Faktor kekasaran daerah ini terdiri dari gedung-gedung berlantai tiga  namun letaknya cukup renggang dan tersebar, juga terdapat sedikit pepohonan.

Pembuatan Turbin Angin Tekno200 watt

Turbin angin 200 watt dibuat dengan bahan-bahan yang umum yang mudah didapatkan di pasaran. Dengan harapan dapat dibuat oleh siapa saja dengan mudah. Proses pembuatan dimulai dari baling-balingn (rotor turbin). Kendala biaya merupakan suatu problematika klasik dalam melakukan suatu pekerjaan. Dengan alasan itulah komponen ini  dibuat dengan menggunakan bahan dari pipa PVC yang dipotong sesuai dengan ukuran dari hasil perhitungan. Penggunaan pipa PVC ini juga marak dilakukan oleh pembuat turbin angin skala rumah tangga di Amerika serikat, alasanya adalah bentuk dari  irisan pipa PVC cukup mirip dengan salah satu dari sekian banyak bentuk sudu (baling-baling), yaitu jenis NACA 2410. Dilihat dari bahan yang digunakanpun tidak berbeda terlalu jauh, yaitu jenis plastik olahan. Jumlah sudu dari baling-baling  berjumlah enam buah dengan diameter 1,6 meter.

Bentuk dari irisan pipa PVC sebagai bahan pembuat Sudu

Bentuk dari irisan pipa PVC sebagai bahan pembuat sudu

Berlanjut ke bagian komponen selanjutnya,yaitu  generator untuk membangkitkan listrik, generator ini terhubung dengan sebuah poros dari baling-baling setelah melewati  dua buah roda gigi dengan perbandingan 1 : 3 sebagai sistem transmisi untuk meningkatkan putaran poros, sehingga putaran poros generator,  kecepatanya tiga kali lebih besar dari kecepatan pada poros baling-baling. Generator yang digunakan merupakan sebuah motor listrik DC (generator adalah alat yang digunakan untuk mengubah energi gerak menjadi energi listrik sedangkan motor adalah alat yang digunakan untuk merubah energi listrik menjadi energi gerak, kedua alat ini memiliki prinsip kerja dan komponen-komponen yang sama sehingga motor bisa digunakan sebagai generator maupun sebaliknya, namun akan menghasilkan kinerja yang berbeda yang cukup signifikan), oleh sebab itu spesifikasi teknis dari generator ini cukup sulit diketahui secara tepat.

Arus  listrik yang dihasilkan oleh generator disimpan dalam sebuah baterai 6 volt, dengan maksud agar listrik yang dihasilkan bisa digunakan kapan saja termasuk pada saat angin tidak bertiup. Penggunaan baterai juga berfungsi agar listrik dihasilkan besarnya stabil, karena apabila tidak menggunakan baterai, besarnya listrik keluaran sangat berfluktuatif sesuai sengan besarnya angin yang bertiup pada saat itu.

Komponen lain yang cukup penting untuk dibahas adalah bagian ekor  dari turbin angin, fungsinya adalah untuk megarahkan turbin agar selalu mengarah pada sumber angin. Bila turbin tidak menghadap pada sumber angin maka baling-baling tidak dapat menangkap angin dan listrik pun tidak akan dihasilkan. Ekor turbin pada turbin angin Tekno200 watt terbuat dari bahan aluminium agar bobotnya ringan namun tetap kuat terhadap tempaan cuaca.

Uji Coba Rotor Turbin Tekno200 Watt

Hasil pengujian langsung dilapangan, turbin ini akan menghasilkan tegangan listrik jika diberi angin sebesar 3 m/s, dan arus listrik akan terbentuk pada kecapatan angin 6 m/s dan pada saat kecepatan angin tersebut baterai akan mulai terisi.

Pendirian Turbin di Lapang Merah Jatinangor

Turbin angin ini juga masih menyisakan banyak kelemahan agar bisa lebih efektif dan efisien, dan kelemahan yang utama adalah penggunaan motor yang difungsikan sebagai generator, hal ini menyebabkan pruduksi arus listrik akan tercapai pada kecepatan angin cukup tinggi yaitu 6 m/s, padahal  generator yang baik untuk turbin angin adalah generator yang mampu menghasilkan arus listrik pada kecepatan angin serendah mungkin. Generator seperti itu memang agak sulit ditemukan dipasaran  pada saat ini. (dari berbagai sumber)

Dari skripsi pribadi

Didedikasikan untuk Alm. Ari Sufyandi

link video : http://www.youtube.com/watch?v=8b0MCuDSl3Q

Tentang andrihaka

Jika tidak terlalu pandai berbicara, belajarlah Menulis...
Pos ini dipublikasikan di Artikel Ilmiah dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s