Hikayat Bankir Slebor #3, Pria-pria Tuna Asmara

Formasi meja dan kursi peserta dalam ruangan training terdiri dari round table berjumlah 5 meja, dengan masing masing meja terdiri dari 6 buah kursi, genaplah ketiga puluh orang kami mendapat tempat duduknya masing masing. Setiap orang bebas memilih tempat duduknya masing-masing setiap hari, semakin pagi datang ke kelas, semakin banyak pilihan kursinya. Depan, belakang, kiri kanan. Demikian sebaliknya.

Tersebutlah sebuah meja keramat paling belakang dengan penghuni-penghuni nyentrik. Sebuah meja dimana 4 dari 6 kursi dihuni secara permanen. Sepagi apapun orang datang, tidak ada yang cukup naïf untuk memilih 4 kursi pada meja ini. sakral. keempat penghuni residen permanen ini adalah sekelompok pria absurd. Selalu kompak. Semacam terikat persaudaraan kuno. Semisal Iluminati. Sekelompok pria tuna asmara. Satu saja alasan mengapa keempat pria ini terasa begitu senasib sepenanggungan. KETIADAAN KAUM HAWA YANG MENGIRINGI SETIAP LANGKAHNYA. Huhuhu….

Pertama adalah Cak Adit, Aditya Yoga Perdana. Pria mengenaskan asal bangkalan, Madura. Sangar, bengis, gahar, cadas, khas pemain carok level dunia dengan bekas luka disekujur tubuhnya. Bisa dibayangkan Jikalau nanti dia ditempatkan di salah satu kantor cabang bank ini, adakah nasabah yang akan mempercayakan uangnya kepada sosok ini?? aku rasa menitipkan ikan asin kepada seekor kucing garong tampaknya jauh lebih masuk akal. Atau jika kemudian bank tersebut dirampok sekawanan bandit, maka cak adit pun akan ikut digiring ke penjara bersama kawanan rampok tersebut. Dan begitu para perampok menatap cak adit, mereka memanggil cak adit “bos”. Menurutku dia kurang cocok menjadi bankir, lebih cocok menjadi aktor antagonis pencullik Nikita Wily pada serial “putri yang tertukar”. Lebih cocok lagi menjadi penculik betulan. Saat dikelas, Setiap kali aku hendak mencari blackberryku namun tidak aku temukan, mataku langsung reflex mencari cak adit, Insting saja…  setelah beberapa saat barulah aku tersadar kalau aku memang tak punya bb. Kasihan cak adit…..

Yang kedua, Leonard Siahaan. Batak Tulen. Tak perlu melihat nama atau mendengar logat bicaranya untuk mengetahui dia orang batak. Cukup lihat wajahnya, 11 dari 10 orang yang melihatnya langsung tahu dia orng batak.

Oke, aku coba untuk mendeskripsikan si Leo ini. Dia meskipun dikenal sebagai sosok yang berotak mesum, namun sebetulnya dia itu Cabul. …… maksudku hhhmmm… dia itu memang agak porno, namun didalam hati kecilnya sebetunya dia ituuu ….. …. …. binal. -__-

Oke, no hope,

Next adalah Riyo, pemuda berbadan tegap, bersuara nyaring. Cukup mudah menganalogikanya, bayangkan saja Ade Rai bersuara Mpok Nori. Selesai. Dia adalah sosok yang paling bersemangat ketika jam pelajaran usai, pupil matanya akan membesar dan tingkat kesadaranya akan pulih apabila layar infocus menayangkan “Terima Kasih” tanda slide terakhir dari materi.  Dia adalah partner Leo dalam hal-hal berbau mesum.

Meskipun demikian, Kelak dia akan menjadi legenda di ODP#53

Terakhir dalam formasi pria-pria tuna asmara ini adalah Risang Narpati Baskorohayu, sesosok pria trendi, klimis, perlente, khas penduduk kota metropolitan. Piere cardin, bvlgari, raol, luis vuiton, baly, abba, hush puppies, Arnold palmer. Tak ada barangnya yang tak bermerek. Dia merupakan seorang afro-indonesian. Hitam, legam, kelam. Dia itu semisal Dude Herlino yang terpapar radio aktif. Sepertinya semasa kecil pernah tercebur kedalam cairan aspal yang sedang dipanaskan, dan tidak bisa hilang hingga sekarang. Atau mungkin dia itu adalah anak yang bandel dan nakal semasa Sekolah dasar, sehingga sering dijemur dibawah terik matahari oleh wali kelasnya, Dan lupa untuk dimasukan kedalam kelas kembali.

Tentang andrihaka

Jika tidak terlalu pandai berbicara, belajarlah Menulis...
Pos ini dipublikasikan di Hikayat Bankir Slebor. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s