Hikayat Bankir Slebor #4: Surat Cinta Rambo Milenia

Sabtu malam sepulang training aku habiskan di kamar kost duduk di depan layar laptop untuk sekedar browsing internet dan membuat tulisan tidak jelas. Sekitar satu jam aku terpaku. Namun tiba-tiba, pikiranku yang sedang terhanyut di layar laptop terusik dengan pintu kamar kost yang terbuka, aku menoleh kearah pintu, seseorang masuk, tanpa tedeng aling-aling seolah kamarnya sendiri, andy si Rambo millennia. Sebelum sempat aku menghardik karena nyelonong seperti kucing garong, aku mengurungkan niat, aku mengurungkan niat lantaran melihat raut wajahnya kusut seperti orang habis naik wahana tornado di dufan. Ini diluar kebiasaan dia sebagai manusia  paling santun di kelas kami. Masih tanpa kata-kata dia masuk ke kamar, bahkan langsung naik ke atas kasur tepat dibelakang kursi tempatku duduk. Masih tanpa sepatah katapun. Tatapanya kosong menerawang ke atas sambil rebahan di kasur. Jelas, ada yang salah dengan pria kelebihan steroid ini.

“kenapa bro?” tanyaku

Hening. Tak ada jawaban…

Baru sekitar 30 detik kemudian dia menjawab,

masih dengan tatapan nanar ke langit-langit kamar kost ku

hanya satu kata

“Iren bro…” Sahutnya

tanpa menoleh kearahku, dan ia mengambil nafas panjang…

Satu kata tersebut sudah cukup untuk memberikan penjelasan yang komprehensif mengenai permasalahan yang dia alami. Mengapa tampangnya sampai seperti nasi basi.

Irene sutanto, adalah teman kelas kami satu angkatan, gadis manis bermata sipit berambut panjang ini menjadi pujaan hati si Rambo semenjak pertama kali bertemu pada saat peresmian ODP angkatan kami. Tak banyak yang tahu mengenai perasaanya pada iren, dia pandai menyembunyikan perasaan dan berinteraksi sewajarnya saja saat dikelas. Namun  malam ini, perasaan hatinya tak sanggup lagi dia bendung. Iren akan berulang tahun hari senin ini, mungkin ini yang membuat perasaan dia semakin tidak karuan, apa yang harus dilakukanya.

“udah bro besok kita ke blok M, kita cari kado buat iren trus kita kasih hari senin, plus surat ucapan yang yang menggambarkan perasaan mu sama dia….” aku mencoba memberikan solusi, sebuah solusi yang lahir bukan dari ahlinya -_-.

***

Keesokan siangnya itu andy menjemputku di kost, daerah kemang 1A setalah McD persis di samping mesjid. Dengan sepeda motornya, kami meluncur ke Blok M, tak sampai 30 menit kami sampai. Blok M menjadi tempat favorit kami berbelanja karena selain jaraknya dekat, juga banyak pilihan. Aku biasanya membeli dasi di sebuah lapak penjual dasi di bawah halte busway Blok M, Rp 50 ribu bisa dapat 3 buah dasi berwarna warni, lumayannn….

Namun kali ini tidak kesitu tujuan kami, kami ke Pasar Raya Grande, sedikit lebih elit. Hadiah untuk iren tentulah harus istimewa. Setelah memarkir motor, kami bergegas masuk mencari sesuatu yang tepat untuk kado iren. Dua langkah baru memasuki pintu Mall langkah kami terhenti. Kami terperangah melihat standing banner berukuran besar didepan mata kami, seolah banner itu disiapkan khusus untuk kami. Dunia mendukung langkah kami, semesta membantu perjuangan kami. DISKON 50% PAKAIAN WANITA. Sebuah tulisan besar menyambut kedatangan kami. Inilah jawaban yang kami cari. Aku dan andy  saling bertatapan, sebuah komunikasi tanpa suara, “ini bro yang kita cari” begitu kira-kira arti dari tatapan mataku padanya, dengan sedikit senyum, tatapan matanyapun membalas “yeahhh brooo, we got it…”

Bergegas kami menuju lokasi tempat pakaian wanita diskonan. Tak perlu waktu lama kami menemukanya. Sebuah display berbentuk keranjang besar berjubel pakaian wanita didalamya, inilah tempatnya. Berjubelnya pengunjung berebutan mengaduk-ngaduk tumpukan baju tak membuat kami patah arang, kini saatnya mengambil manfaat dari postur si Rambo untuk adu kekuatan.

Tak perlu waktu lama, dia kembali dari tumpukan baju diskon yang disesaki pengunjung seolah sekumpulan harimau ganas yang mengerubuti mangsanya. Tangan kananya menenteng sebuah cardigan merah, manis sekali. Dia berjalan penuh kemenangan, persis adegan Arnold Schwasneiger dalam film Rambo III yang berjalan dengan efek slow motion memangku tawanan yang berhasil ia selamatkan, dibelakangnya tampak gedung yang meledak tanpa ia pedulikan. Apik sekali.  Aku pikir iren akan suka dengan hadiah ini.

Di kasir, tak kalah ruwet, sekawanan harimau yang hendak membayar dikasir atas santapan siangnya. Tiba giliran kami, kasir melayani tidak karuan, kelelahan kebanyakan pengunjung. Kami minta cardigan merah cantik itu dibungkus dengan baik. Setelah membayar, sambil menunggu pesanan dibungkus rapi kami melihat-lihat sekeliling.

“mas barangnya yang mana tadi ya??” seru seorang wanita berseragam karyawan mall sambil setengah berteriak karena kami berada beberapa meter dari tempat pembungkusan.

“yang merah mba” seru andy,

Disinilah kekeliruan besar terjadi, T.E.R.T.U.K.A.R. tanpa kami sadari si mbak salah membungkus pesanan kami, alih alih cardigan merah nan cantik, dia membungkus celana dalam wanita berwana merah. Fatal.

***

Singkat kata, kado dan surat telah dia berikan kepada iren secara diam-diam. Iren membacanya

Hai iren…

Selamat ulang tahun yaa, semoga panjang umur, sehat selalu dan semakin sukses

Maaf ya ga bisa ngasi apa-apa, cuma kado kecil ini yang bisa aku kasih, aku harap kamu suka…

Aku tau kamu jarang make, tapi mudah-mudahan ini bisa kepake yaa,

Sesekali aku suka liat  kamu make yang warna biru, bagus keliatanya, makanya aku coba kasih yang warna merah…

Lagian sekarang kan musim hujan, dipake ya supaya kamu ga masuk angin

Yaudah, itu dulu aja, aku harap nanti bisa liat kamu make ini…

Salam

Andi Cahyono

No hope

Tentang andrihaka

Jika tidak terlalu pandai berbicara, belajarlah Menulis...
Pos ini dipublikasikan di Hikayat Bankir Slebor dan tag , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Hikayat Bankir Slebor #4: Surat Cinta Rambo Milenia

  1. Risang berkata:

    Ahahahahaaaaaa baru tauuu ceritanya fatallllllll

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s