Tanggulangi Banjir #1, Biopori dan Sumur Resapan

Hujan adalah berkah dari Tuhan, dan rezeki bagi tanaman atau tumbuhan yang hidup di muka bumi. Bagaimana jika hujan terlalu banyak yang mengakibatkan banjir melanda dimana-mana, apakah masih bisa dikatakan hujan itu berkah??? Kalau saya boleh berpendapat, jawabanya adalah Ya, Tetap hujan itu berkah dari Tuhan, sedangkan musibah banjir mungkin itu adalah kita sendiri penyebabnya sebagai manusia.

Saya disini tidak dalam kapasitas mencari siapa yang salah, lebih baik mari kita mencari solusi apa yang bisa kita perbuat untuk dapat mengatasi banjir. Menyantuni korban banjir adalah tindakan mulia, namun jujur itu tidak mengatasi akar permasalahanya. Tindakan preventif lah yang kita butuhkan, pemerintah daerah memang memiliki keawajiban memecahkan permasalahan banjir yang nampaknya rutin terjadi setiap tahun ini, namun kita sebagai masyarakat juga memiliki andil.

Kalau kita lihat kondisi saat ini, saat musim hujan, air hujan melimpah dan menggenang dimana-mana menyebabkan banjir, namun di sisi lain saat musim kemarau kekeringan melanda, sumur-sumur air mengering, permukaan air tanah menurun, akibatnya tanah turun. Berdasarkan penelitian di Jakarta Utara tingkat penurunan berkisar 5 – 12,5 cm pertahun, bahkan di beberapa lokasi mencapai 26 cm pertahun, penurunan tanah juga terjadi di sepanjang Pantura mencapai 6 – 16 cm pertahun.  (Mashur Irsyam, pakar geoteknik ITB, Kompas). Lebih jauh Dinas pengembangan DKI mencatat selama 15 Tahun tanah di Jakarta amblas mencapai 16 cm – 80 cm. Amblasnya tanah di Jakarta diperkirakan masih terus akan berlanjut mengingat belum adanya upaya membatasi eksploitasi air tanah, terutama oleh pihak-pihak pengelola gedung di Jakarta.

Kita bisa menggunakan logika menyikapi kedua permasalahan ini. idealnya, saat musim hujan, air hujan sebanyak-banyaknya diserap oleh tanah, dan saat musim kemarau air yang tersimpan didalam tanah dapat dimanfaatkan melalui sumur-sumur air. Begitu seterusnya, ketersediaan air dapa terjaga, kelestarian juga bisa kita jaga.

Sayangnya tidak demikian dengan kondisi saat ini. Saat air melimpah seperti musim hujan ini, air tidak dapat meresap ke dalam tanah secara optimal, terhalang rimba beton perkantoran, perumahan, jalan raya dll sehingga menjadi air limpasan yang  menjadi genangan bahkan banjir. Pada saat musim kemarau tanah amblas setiap tahunya, bertahun-tahun, berulan-ulang, dan entah sampai kapan pada suatu saat nanti alam akan memberikan konsekuensi terhadapt kita.

Banjir yang terjadi di Jakarta saat ini memang tidak hanya disebabkan satu factor saja, namun disebabkan juga factor lainya seperti air kiriman dari tangerang dan bogor, tidak cukupnya kapasitas sungai untuk membuang air kiriman ke laut, dll. Namun masi kita mari kita lakukan hal yang dapat kita lakukan untuk mengatasi banjir ini, yaitu dengan Biopori dan Sumur Resapan.

 storm city

Tentang andrihaka

Jika tidak terlalu pandai berbicara, belajarlah Menulis...
Pos ini dipublikasikan di Artikel Ilmiah. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s