Wamendag: Batik Printing Itu Bukan Batik

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Bayu Krisnamurthi memberikan pemahaman tentang definisi batik Indonesia. Bayu menegaskan batik yang dibuat dengan proses printing (sablon) bukan sebagai batik meskipun punya motif seperti batik.

“Kalau printing itu bukan batik apalagi terutama yang diimpor,” tegas Bayu saat ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan Jalan Ridwan Rais Jakarta, Selasa (22/04/2014).

Menurut Bayu, batik adalah kain yang sudah melalui proses yang cukup panjang dengan motif asli Indonesia melalui proses tulis maupun cap. Bayu menambahkan jenis batik Indonesia kini banyak ditiru di negara lain.

“Batik kita banyak ditiru di luar negeri. Batik itu harus pakai malam, canting, lilin dan celup,” imbuhnya.

Menurutnya perlu adanya sebuah tanda pengenal (label) atau Bayu menyebutnya national seal untuk menandakan bahwa produk ini adalah produk asli buatan Indonesia. Sehingga calon konsumen tidak tertipu dan ragu membeli produk tersebut.

“Kami ingin ada national seal (label). Kita pergi keluar negeri itu bisa dikatakan produk buatan Indonesia. Kita bikin jadi ada sebuah tanda atau sertifikat ini adalah produk asli buatan Indonesia,” jelasnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) impor batik selama tahun 2013 (Januari-November) mencapai 278 ton atau senilai US$ 5,1 juta. Asal batik juga cukup beragam. Mulai dari negara-negara kawasan Asia seperti Tiongkok, Hong Kong dan India hingga negara di kawasan Eropa seperti Italia.

 

dikutip dari: Wiji Nurhayat – Detik finance

Tentang andrihaka

Jika tidak terlalu pandai berbicara, belajarlah Menulis...
Pos ini dipublikasikan di The Art of Batik dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s